Archive for 2013
cindai idola cilik
Full View
Label:
video
Cara kerja motor 3 fasa :
-
Motor 3 phasa akan bekerja/ berputar apabila sudah dihubungkan dalam hubungan tertentu.
-
Mendapat tegangan (jala-jala/ power/ sumber) sesuai dengan kapasitas motornya.
1. Motor 3 fasa bekerja dengan 2 hubungan yaitu :
a. Motor bekerja Bintang/ Star
Berarti motor harus dihubungkan bintang baik secara langsung pada terminal maupun melalui rangkaian kontrol.
Gambar 1. Hubungan Bintang/ Star (Y)
b. Motor bekerja segitiga /Delta (▲)
Berarti motor harus dihubungkan segitiga baik secara langsung pada
terminal maupun melalui rangkaian kontrol. Kecuali mesin-mesin yang
berkapasitas tinggi diatas 10 HP, maka motor tersebut wajib bekerja
segitiga (▲) dan harus melalui rangkaian kontrol star delta baik secara
mekanik, manual, PLC.
Gambar 2. Hubungan Delta (▲)
Dimana bekerja awal (start) motor tersebut bekerja bintang hanya
sementara, selang berapa waktu barulah motor bekerja segitiga dan motor
boleh dibebani.
Cara menghubungkan motor dalam hubungan bintang (Y) :
- Cukup mengkopelkan/ menghubungkan salah satu dari ujung-ujung kumparan phasa menjadi satu.
- Sedangkan yang tidak dihubungkan menjadi satu dihubungkan kesumber tegangan.
Cara menghubungkan motor dalam hubungan segitiga (▲) :
-
Ujung pertama dari kumparan phasa I dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa III
- Ujung pertama dari kumparan phasa II dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa I
- Ujung pertama dari kumparan phasa III dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa II.
Mengapa motor harus dihubungkan dengan Star – Delta???
Beban dengan inersia yang tinggi/ besar akan menyebabkan waktu starting motor menjadi lama untuk mencapai kecepatan nominalnya.
Selama periode starting tersebut, maka pada stator dan rotor akan
mengalir arus yang besar sehungga bisa terjadi pemanasan berlebih
(overheating) pada motor
Lebih buruk lagi menyebabkan gangguan pada sistem jala-jala sumber
listriknys sehingga akan menurunkan tegangannya. hal ini akan mengganggu
beban listrik lainnya.
Untuk menghindari hal tersebut, suatu motor induksi seringkali di
start dengan level tegangan yang lebih rendah dari tegangan nominalnya.
Pengurangan tegangan starting tersebut akan membatasi dayas yang
diberikan ke motor, namun demikian disis lain pengurangan tegangan ini
akan berdampak memperpanjang waktu/ periode starting (waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai kecepatan nominalnya).
rangkaian bintang segitiga
Full View
Label:
kelistrikan
Cara kerja motor 3 fasa :
- Motor 3 phasa akan bekerja/ berputar apabila sudah dihubungkan dalam hubungan tertentu.
- Mendapat tegangan (jala-jala/ power/ sumber) sesuai dengan kapasitas motornya.
1. Motor 3 fasa bekerja dengan 2 hubungan yaitu :
a. Motor bekerja Bintang/ Star
Berarti motor harus dihubungkan bintang baik secara langsung pada terminal maupun melalui rangkaian kontrol.
Gambar 1. Hubungan Bintang/ Star (Y)
b. Motor bekerja segitiga /Delta (▲)
Berarti motor harus dihubungkan segitiga baik secara langsung pada
terminal maupun melalui rangkaian kontrol. Kecuali mesin-mesin yang
berkapasitas tinggi diatas 10 HP, maka motor tersebut wajib bekerja
segitiga (▲) dan harus melalui rangkaian kontrol star delta baik secara
mekanik, manual, PLC.
Gambar 2. Hubungan Delta (▲)
Dimana bekerja awal (start) motor tersebut bekerja bintang hanya
sementara, selang berapa waktu barulah motor bekerja segitiga dan motor
boleh dibebani.
Cara menghubungkan motor dalam hubungan bintang (Y) :
- Cukup mengkopelkan/ menghubungkan salah satu dari ujung-ujung kumparan phasa menjadi satu.
- Sedangkan yang tidak dihubungkan menjadi satu dihubungkan kesumber tegangan.
Cara menghubungkan motor dalam hubungan segitiga (▲) :
- Ujung pertama dari kumparan phasa I dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa III
- Ujung pertama dari kumparan phasa II dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa I
- Ujung pertama dari kumparan phasa III dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa II.
Mengapa motor harus dihubungkan dengan Star – Delta???
Beban dengan inersia yang tinggi/ besar akan menyebabkan waktu starting motor menjadi lama untuk mencapai kecepatan nominalnya.
Selama periode starting tersebut, maka pada stator dan rotor akan
mengalir arus yang besar sehungga bisa terjadi pemanasan berlebih
(overheating) pada motor
Lebih buruk lagi menyebabkan gangguan pada sistem jala-jala sumber
listriknys sehingga akan menurunkan tegangannya. hal ini akan mengganggu
beban listrik lainnya.
Untuk menghindari hal tersebut, suatu motor induksi seringkali di
start dengan level tegangan yang lebih rendah dari tegangan nominalnya.
Pengurangan tegangan starting tersebut akan membatasi dayas yang
diberikan ke motor, namun demikian disis lain pengurangan tegangan ini
akan berdampak memperpanjang waktu/ periode starting (waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai kecepatan nominalnya).



